Sabtu, 19 Januari 2013

15 Bintang Paling Terang Di Langit

Kalian pasti tahu apa itu Bintang. Lalu apa yang membedakan bintang dengan planet jika dilihat dari bumi ? Jawabannya simple, bintang terlihat berkedip sementara itu planet tidak. Oke kali ini Blog Astronomi ini akan menginfokan 15 Bintang paling terang di langit dan magnitudo tampak (skala keterangan). Semakin kecil magnitudo, semakin terang bintang itu. Sekedar info batas magnitudo yang mampu dilihat mata manusia adalah 6.

1) Cirius (-1.46)
2) Canopus (-0.72)
3) Rigil Kent (-0.27)
4) Arcturus (-0.04)
5) Vega (0.03)
6) Capella (0.08)
7) Rigel (0.12)
8) Procyon (0.34)
9) Archernar (0.46)
10) Betelguesse (0.50)
11) Agena (0.60)
12) Altair (0.77)
13) Aldebaran (0.85)
14) Acrux (0.87)
15) Antares (0.96)
Baca lebih lanjut >>

Rabu, 26 Desember 2012

10 Fakta Tentang Astronomi

1) Bintang Neutron dapat berputar 500 kali dalam waktu 1 detik

2) Gerhana Matahari rata-rata bertahan selama 1 menit 58 detik, sedangkan Gerhana Bulan bertahan 1 jam 58 menit.

3) Ketika pertama kali terbentuk Jupiter, diyakini ukurannya 2x lebih besar dan panas. Ukurannya menciut 2 cm pertahun akibat radiasi panas

4) Jupiter berotasi kurang dari 10 jam, kecepatannya pun 50.000 km/jam. Sehingga menjadikannya planet yang memiliki rotasi tercepat di TataSurya

5) Satelit alam terbesar di TataSurya adalah Ganymede (milik Jupiter), lebih besar dari Merkurius

6) Orbit semua objek di Tata Surya terhadap matahari, berlawanan jarum jam

7) Solarmax adalah aktivitas matahari dimana kutub utara dan kutub selatan matahari bertukar tempat, dan biasanya terjadi setiap 11 tahun

8) Tata Surya kita mengorbit di dalam Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 251 km per detik.

9) Matahari mengorbit dalam BimaSakti setiap 200 juta tahun

10) Jarak terdekat Bulan ke Bumi (Perigee) adalah 363.300 km, jarak terjauhnya (Apogee) adalah 405.500 km

Sumber : Forum Astronomi Amatir Indonesia

posted from Bloggeroid

Baca lebih lanjut >>

Jenis-jenis Tahun

Tahun adalah satuan alamiah dari kalendar yang didasarkan pada periode revolusi bumi. Ada 3 macam jenis tahun yakni :

1) TAHUN SIDERIS

Tahun Sideris merupakan tahun yang didasarkan pada periode revolusi bumi mengelilingi matahari terhadap bintang yang lamanya 365.2564 hari surya rerata atau 365 hari 6 jam 9 menit 10 sekon.

2) TAHUN TROPIS

Tahun Tropis merupakan tahun yang didasarkan pada revolusi bumi terhadap titik musim semi (vernal equinox), yaitu terhadap permulaan berbagai musim. Tahun ini lamanya 365.2421 hari surya rerata atau 365 hari 10 jam 48 menit 46 sekon.

3) TAHUN ANOMALISTIK

Tahun Anomalistik merupakan tahun yang didasarkan pada selang waktu dua kali bumi berturut-turut melewati titik perihelion. Tahun ini lamanya 365.2596 hari surya rerata atau 365 hari 6 jam 13 menit 53 sekon.

posted from Bloggeroid

Baca lebih lanjut >>

Kamis, 13 Desember 2012

Astronomi Indonesia, Waktu Dahulu

Sejak dahulu orang Indonesia telah mengenal bintang-bintang dan mengelompokannya menjadi rasi bintang atau yang biasa disebut konstelasi bintang. Terutama bintang-bintang di langit selatan. Bintang-bintang tersebut dikaitkan dengan hidup keseharian mereka seperti :
- Petani dalam menentukan waktu musim tanam
- Nelayan dalam menentukan arah berlayar, waktu, dan musim tangkap ikan
- Pemuka adat dalam menentukan waktu melakukan suatu aktivitas

Beberapa bintang langit selatan yang dikenal waktu itu adalah :
- Rasi Orion yang dikenal sebagai bintang Waluku
- Rasi Crux yang dikenal sebagai bintang layang-layang
- Alpha dan Beta Centauri yang dikenal sebagai bintang timbang
- Pleiadesse yang dikenal sebagai bintang Kartika

Bahkan di bali ada suatu piranti sistem penanggalan yang dinamakan Tika, yang daoat digunakan untuk menetukan kapan bulan purnama dan bulan mati, panjang musim, dan juga dipakai untuk menentukan gerhana bulan ataupun gerhana matahari.
Baca lebih lanjut >>

Sabtu, 01 Desember 2012

Materi Astronomi di LKS ini kurang tepat



 saya mencoba untuk sekedar membaca-membaca isi LKS Geografi yang penerbitnya maaf saya tidak sebutkan demi nama baik penerbitnya. Dan ternyata pada bab Astronomi terdapat beberapa kekeliruan.

Diantaranya :

-------------------------------------------------------


Hmm benarkah ada teori terbentuknya jagad raya yang bernama “Teori Jagad Raya” ? Setahu saya Cuma ada Teori Materialisme, Teori Big Bang, dan Teori Steady State.

-----------------------------------------------------------------------






Kenapa disebutkan lagi ????



-----------------------------------------------------------------------




Lagi-lagi disebutkan kembali dengan penambahan lagi....

-----------------------------------------------------------------------



Disitu tertulis berdiameter puluhan bahkan ratusan ribu kilometer . Emang ada yang puluhan ribu kilometer ??? Bukankah bintang memiliki diameter ratusan sampai jutaan kilometer

-----------------------------------------------------------------------



4000 Kelvin Termasuk relatif dingin ???? Ada derajatnya lagi... bukankah kelvin merupakan Satuan SI yang tidak memerlukan derajat


-----------------------------------------------------------------------





Jiahhh Masa sih 32O Celcius ??? 
Yang bener suhu ketika menghadap matahari, 180-430 derajat celcius

-----------------------------------------------------------------------






Disitu tertulis “Berdasarkan letaknya Planet-planet diklasifikasikan menjadi planet material penyusunnya”
Sangat tidak masuk akal kan ?


-----------------------------------------------------------------------

Oke sekian artikelnya... 
Semoga bermanfaat

Baca lebih lanjut >>

Astronomi, Malang Nasibmu



Astronomi, sebuah ilmu besar yang mempelajari tentang angkasa luar merupakan ilmu yang paling tua. Sangat disayangkan sekali Mata Pelajaran Astronomi di Indonesia tidak berdiri sendiri melainkan bergabung dengan Mata Pelajaran lain. Padahal objek kajiannya sangat berbeda.
Sebagai contoh, Pada Tingkat Sekolah Dasar materi Astronomi hanya disampaikan saat di kelas 6 SD yakni pada mata pelajaran IPA SAINS. Sedangkan pada tingkat SMP materi Astronomi di temui pada bab terakhir mata pelajaran Fisika Kelas 9 SMP. Sementara itu pada tingkat SMA materi Astronomi dapat ditemui pada mata pelajaran Geografi kelas 10 SMA semester pertama.
Sungguh sangat disayangkan. Andaikan saja Astronomi dapat berdiri sendiri dan sudah diajarkan sejak dini. Bukankah Astronomi selalu diikutkan pada Olimpiade-olimpiade Internasional ?
Baca lebih lanjut >>

Sabtu, 21 Juli 2012

Kapsul Soyuz Antar Tiga Astronot Pulang

Kapsul Soyuz mendarat di sebuah stepa di Kazakhstan.Setelah setengah tahun tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional, tiga astronot akhirnya kembali ke Bumi dengan selamat, Minggu, 1 Juli 2012. Tiga astronot ini pulang dengan sebuah kapsul ruang angkasa buatan Rusia.

Pesawat ruang angkasa, Soyuz, mendarat di stepa di sebuah wilayah Asia Tengah, tepatnya di negara Kazakhstan pada 4:14 EDT (04.14 GMT). Soyuz membawa astronot NASA Don Pettit, kosmonot Rusia Oleg Kononenko, dan astronot Belanda Andre Kuipers kembali ke planet asal mereka.

"Semuanya baik. Kami merasa hebat," ujar Kononenko di radio Mission Control Center Russia, sesaat sebelum mendarat.

Para penjelajah ruang angkasa tersebut telah dipindahkan dari stasiun ruang angkasa beberapa jam sebelum pesawat ruang angkasa buatan Rusia Soyuz TMA-03M untuk memulai perjalanan pulang. Mereka mendarat di bawah langit biru yang dihiasi dengan beberapa awan putih di langit Kazakhstan, di  mana waktu setempat sudah masuk hari Minggu sore.

Pettit, Kononenko dan Kuipers tiba di pos terdepan yang mengorbit pada bulan Desember 2011. Ketiganya telah terbang dalam misi sebelumnya ke stasiun ruang angkasa, membuat mereka menjadi awak space flyers veteran.

Dalam posting blognya, Pettit menggambarkan hari terakhirnya di ruang angkasa. Ia merefleksikan dampak dari misi bulannya yang panjang. Pettit juga mendorong umat manusia untuk terus menembus batas-batas eksplorasi ruang angkasa.

"Di Bumi, perbatasan dibuka perlahan-lahan," tulis Pettit. "Teknologi berlayar dikenal dan maju selama lebih dari seribu tahun sebelum bumi dikelilingi." 

"Tindakan berani seperti ini membutuhkan teknologi, kemauan, dan keberanian untuk mengeksplorasi. Kadang-kadang Anda memilikinya, tetapi tidak yang lain. Saya hanya berharap bahwa upaya kecil saya di sini, mungkin menambahkan satu butir pasir ke pantai pengetahuan, akan membantu generasi mendatang untuk menyebut ruang angkasa adalah 'rumah'," lanjut Pettit.

Sepanjang misi mereka, Pettit dan Kuipers membagi foto bumi dari ruang angkasa melalui Twitter dan berbagi foto penerbangan melalui Flickr yang menakjubkan publik. Pettit juga secara teratur memperbarui blog tentang pengalamannya di stasiun ruang angkasa, termasuk beberapa puisi sebagai penghargaan bagi kehidupan di ruang angkasa.

Pettit juga menyimpan jurnal sebagai cara yang menyenangkan untuk mendokumentasikan kegiatan ilmiah pada pos orbit terdepan. Misalnya, Pettit menulis update blog dalam suara dari tanaman zucchini saat ia bereksperimen dengan berbagai jenis tanaman tumbuh di micro-gravity.

Kemudian, pada Jumat, 29 Juni, Pettit menulis sebuah puisi berjudul "Hari Terakhir di Ruang Angkasa," untuk merenungkan kenangan misi, pengalaman-pengalaman yang menggerakkannya, serta antisipasinya di atas saat melihat istri dan anak-anaknya lagi segera.

Selama berada di laboratorium yang mengorbit, tiga penjelajah ruang angkasa ini juga sempat menggelar sambutan untuk pesawat ruang angkasa komersial pertama yang mengunjungi stasiun, SpaceX.

Kapsul Dragon tak berawak SpaceX ini diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dalam penerbangan uji untuk menunjukkan kemampuan pesawat ruang angkasa yang mampu membawa kargo dari dan ke orbit rendah Bumi. Saat Dragon mendekati stasiun, Pettit dan Kuipers menggunakan lengan robotik terluar untuk menarik kapsul dari ruang angkasa dan memarkir secara manual hingga melakukan sesuatu yang kompleks.

Uji terbang yang berhasil meletakkan dasar bagi NASA untuk menggunakan pesawat ruang angkasa komersial untuk mengangkut kargo, dan satu hari astronot untuk stasiun ruang angkasa. SpaceX memegang kontrak US$ 1,6
miliar dengan NASA untuk 12 pesawat penerbangan pengiriman kargo tak berawak.

Kononenko menjabat sebagai komanda Expedition 31 selama ia tinggal di angkasa. Kemudian ia mengalihkan tanggung jawabnya ke sesama kosmonot Rusia, Gennady Padalka, dalam sebuah upacara perubahan komando resmi, Sabtu, 30 Juni 2012.

Keberangkatan Pettit, Kononenko dan Kuipers meninggalkan hanya tiga orang saat ini untuk menempati stasiun ruang angkasa sampai tiga awak baru diluncurkan ke kompleks pada 14 Juli. Padalka, astronot NASA Joe Acaba dan kosmonot Rusia Sergei Revin akan tetap di atas orbit terluar sampai September.



SUMBER
Baca lebih lanjut >>